10.11.07

Tentang rasa yang ada & masa lalu yg meliputinya

Tolong jangan marah...
Karena tak bisa lagi aku menyembunyikannya...
Tak perlu dikau gundah...

Karena kuyakin rasa itu ada...
dan kuharap Kau tak diam...
Bila disana kaupun merasakan


-R-

Jakarta 3 Mei 2007

Entah kmana kuharus mencariMu
Setelah segala kepedihan yg menggusarkanku
Tolong biarkan saja kekaguman ini tersisa
Dan kan kupindahkan dia kesisi hatiku yg lainnya
Tersenyumlah…karena Aku bahagia
Dan kerinduan ini ternyata tak sia-sia
Bila saja dirimu tak meninggalkanku dalam luka
Mengapa kau masih ragukan bahagiaku
Tersenyumlah dan cerialah seperti dulu
Dan maafkan saja khilafku sayangku
Karena sesungguhnya aku hanya ingin tetap mengagumiMu

-R-

Ya Tuhan…dapatkah dirinya kau yakinkan
bahwa diriku telah kembali dari kesedihan
karna aku bukanlah pecundang…
terhadap segala cobaMu ya Tuhan

-R-

Lihatlah taman itu telah berantakan
Dan aku hanya bisa memandang dgn penyesalan
Akankah semua ini bagimu tak termaafkan
Tak dapatkah kau bantu aku tuk merapikan
Agar kau dapat duduk lagi dikursinya
Berbagi cerita denganku seperti sedia kala

-R-

Jakarta 20 mei 2007

Ya Allah…aku rindu padaMu
Setelah lama ku berjalan jauh dariMu
Mengukir dosa dosa dungu di bumiMu
Ya Allah…sentuhlah aku dengan cintaMu
Biarkan saja leburku padaMu menjadi saksi
Lemahnya kalbuku di hadapan kebesaranMu


-R-


Aku hanyalah kesia-siaan tanpa cintaMu
Lemah tak berdaya di tengah gemuruh semesta
Menangis disudut sempit ruangMu
Menyerah ditengah gelisah mencariMu
Dan aku hanya bisa menunggu uluran tanganMu


-R-


Bukan karena derita
Bukan pula sebuah pelarian dusta
Hingga kesadaran akan ketiadaan itu terbuka
Aku tertunduk mengetuk didepan pintuMu
Mengemis memohon dengan tangis
Membuang rasa malu tuk meraih setetes cintaMu
Ya Tuhan maafkan aku…

-R-

Jakarta 21 mei 2007


Rasaku akan adaMu
Melumat rinduku kedalam Satu
Mencabik anganku memburu galau
Membisu melipat khayalan kelu

Tak lagi aku berpikir
Tak mampu lagi aku berdzikir
Menanti indah diriMu hadir
Bawakan cintaku dilengkung takdir

-R-

Dan semua cerita tentang kita
Kuharap indah tiada dusta
Tak ada gundah tiada duka
Membangun jiwa harumkan surga
dan biarlah cinta yg merapikannya

-R-

Maka marilah sucikan hati
Wangikan dunia seharum melati
Menari di kemilau pagi
Pancarkan sinarMu hangatkan diri
Dan kubiarkan kagumku melanda
Kulepas hasratku menggelora
Membuang harapan
Hapuskan mimpi
Menjemput keabadianMu…
Cahaya hati

-R-

Kesederhanaan telah menghapus kepalsuan
Keindahanpun memupus kegelisahan
Dan cinta kita pun demikian
Abadi membeku dalam kebahagiaan

-R-

Sayangku…
Hingga saat perjumpaan itu tiba
Biarkan saja bila cinta itu membakarMu
Dan akulah kayu yg menunggu baraMu
Terbakar cintaMu bersamaMu

-R-

Jakarta 22 mei 2007

Ketika raga ini mulai lemah, dan kaki ini tak mampu lagi menopang segala keinginan dari hati yg gundah. Terdiam aku diujung malam, kuhisap rokokku dalam2…kusentuh ujung langit anganku, kulihat sayapmu menggapai2 relung kalbuku dan dirimupun terbang lagi, melayang menghilang di balik sunyi menjelang pagi.

Ahh…capai aku tersia2kan, terduduk aku disudut ruang lamunan, rindu aku padamu tak terelakkan…dan aku hanya bisa menopang lengan, terbang menghampirimu dalam khayalan…terlelap bersama cintamu dalam pelukan, dan rinduku sungguh2 tak tertahankan…hingga tiba saat mentari pagi menyapa bumi, bersamamu aku menuju kedalaman hati…berdua kita menjelang indahnya mimpi

-R-

Demi sebuah rindu aku rela untuk selalu menunggu, bersama cinta tak sedih aku menderita. Karna aku tau kemana ku harus menuju…Tiada bergetar hati ini selain mengagungkan indahMu.

-R-

Dan hati ini mulai gundah sayangku, tak lagi indah kulihat surga itu…semua kemungkinan yg kau hadirkan menjadi semu, tiada guna dan membelenggu. Dan diapun mulai sibuk menghitung segala kepalsuan kita, ketakberdayaanku dan kemunafikanmu. Lantas dimanakah kau simpan rinduku yg kutitipkan pada indahmu waktu itu…disudut hati yg mana lagi kau selipkan cinta itu, hingga keraguan begitu berkuasa mencabikku dan menghempaskan. Tak sabar aku menunggu saat indah itu sayangku. Terbangkan kita kesana bersama dan terpesona mengagumi keindahan dari agungnya keabadian
Dengarkanlah keidahan itu pudar dan berangsur menghilang, saat nada2 itu mulai kita dendangkan…maka diamnya kubiarkan dan tanyamu tak kuharapkan. Dan marilah kita kembali diam…menikmati tiap desah kesunyian dalam kebekuan menjemput ketiadaan, dan terlahir kita didalamnya satu kesatuan

-R-

Jakarta, 27 mei 2007


Dan ketika kamu tau segalanya
Maka hanya kedewasaan itulah kunci satu2nya
Dan tabir itupun tetap terkunci seperti semula adanya

-R-

Tuhan menciptakan dua jenis diam diantara ribuan kelakuan bibir terhadap hati
Diantara keduanya selalu tertabir tak ada yg saling melampaui
Dan aku hanyalah menyampaikan kembali sumpah itu pada bunda bumi
Maka ingatlah ketika diam itu ada diujung bibir, yakinkan disaat itu hatimu mencoba berdzikir
Karena diam yg kedua adalah diamnya hati…saat dimana tak ada yg lebih baik darimu selain mati…dan serahkan saja biar Dia yg mengasihi

-R-

Apakah dia rindu…??? Tanyaku dalam dungu
Dan apakah cinta harus selalu bgitu??? Jawabnya dengan tersipu
dan akupun berlalu bersama malu
hingga tiba sadarku saat memandang kedalam kalbu
dan kulihat dia disana setia selalu menemaniku

-R-

Aku mencintainya seperti kumencintaiMu
Aku merindukannya seperti rinduku padaMu
Namun diatas segala cinta dan rindu di tiap lembar kalbu
Aku bersimpuh dan kuserahkan akan indahnya pada takdirMu

-R-

Nafsu berjubah rindu seolah cinta
Seperti memandang surya dan menjadi buta
Begitulah Dia mengingatkan kita tentang hakikat hati

-R-

Karena aku bukan pencuri
Maka lariku menghampiri pagi
Dengan setetes cinta kucoba memaknai hati
Dan bimbinglah aku wahai Dzat yg maha suci!!!

-R-

Nafsu telah membuat rindu ini terkikis
Dan lentera itu menggigil tertiup angin bengis
Terhisap api diapun menjelang habis
Namun yakinlah jiwa ini masih kuat tuk menghapus sisa tangis
Dan kan kuserahkan cinta ini padamu dengan manis

Jakarta 3 Juni 2007

Yakinkah aku dengan rasa ini...
setelah semua galau yg menghantui...
dan bukannya tak mendengar kata hati...
aku hanya takut tuk melukai...

maka biarlah smua menjadi nyata...
dengan meniti lurus dan liku jalanNya
Karna mata tak di ciptaNya
tuk memandang kuasa surga
dan setitik cahayaNya

-R-

Kau tau aku belum mencoba
bahkan tuk sekedar mengangankannya
tapi ijinkan aku tuk menjalaninya
menikmati, melukai dan menciumNya
hingga tiba saat kusebut itu cinta

-R-

Dalam kuasa takdir akulah air
bergelora aku terhempas melambung lepas
bergulung aku menyibak memburu riak
mengalir aku merintih kedalam serpih2 buih
Dan tersungkurlah aku kembali ketepian
menanti ombak menjadikanku lautan

-R-

Lepas dari duka itu cinta
yg tak ingin kulepas hingga aku terluka
maka kembalilah aku berduka
duka yg kugenggam sangat lama
biarlah hingga kuyakin tunas itu cinta

-R-

Dibawah purnama sunyi
Ditepi samudra mimpi aku mencoba berdiri
Saat tak lama kau berlari menghampiri,
hingga kaupun nyalakan lilin2 hati
dan bersamamu kucoba setia terangi bumi
menunggu tiupmu membawaku mati
hinggalah aku tersadar kembali
bahwa akulah matahari

-R-

Jakarta 13 Juni 2007

Pagi di bawah lampu yg menyala merah
Dipersimpangan lalu lalang amarah
Berdiri aku kidungkan nada nada resah
Kibaskan peluh…bersimbah butiran darah

Tak kuasa aku mencaci takdir
Terima jalanmu sebagai dzikir
MemujiMu aku tiada akhir
Dan akulah penguji jiwa2 fakir

Dan siangpun telah beranjak
Saat letih mulai bergolak
Berdiri aku tetap tak beranjak
Menyangka Tuhan pujiku tak tertolak
Dan terlenalah aku bersama butiran perak

Sedang disana Dia memanggilku
Tak lelah belaiNya, kekasih menunggu
Bersama setianya Dia selalu menegurku
Tak dibiarkannya dungu membatukanku
Ya Tuhan maafkanlah tuliku

-R-

Untuk semua cinta
Untuk setiap rindu
Dan duka duka tabu

Disini aku terlahir
Disini aku berdzikir
Dan asakupun terukir

Tak pantas aku tertawa
Tak pantas ku menangis
Dan aku tidaklah terhina

Dan biarlah semua berjalan semauNya

-R-

Sebatang rumput cinta
Meliuk di tengah savanna
Mencari tautan rindu
Mencoba mencari makna

Dan akarpun perlahan memanjang
Sesaat karangpun diterjang
Dan indahnya kasihpun terpandang
Lahirkan cinta tanpa ruang

-R-

Jakarta 14 juni 2007

0 komentar: