3.11.07

Tentang resah, gelisah... dan sesuatu yg mirip!!!

hari tak lagi pagi
saat kuntum itu bersemi
sedang jiwa ini sudah letih
untuk sekedar menanti
butakah waktu terhadap asaku
tulikah takdir saat rindu ini hadir
brapa lama lagikah ku harus menunggu
brapa lama lagikah kuharus bertahan
berdiri diujung penantian tanpa kepastian???

-R-

cinta yg tak mudah dirangkai dlm bentuk sejatinya
memberiku harapan untuk sekedar menggalinya
hingga saat kucapai relung terdalam penggalianku
aku menemukan kesejatian itu hadir
dalam bentuk dirimu yg belum terlahir!!!!

-R-

Seolah mengukir awan diujung langit
saat kurangkai kata2 ini dalam bait
sekedar ungkapkan rinduku dari hati yg menjerit
haruskah ku teguk lagi dari cawan itu setetes kenangan pahit????

-R-

Jakarta, 19 Januari 2007

Dari relung jiwamu tlah kucuri setetes cintamu kekasihku
Maka bila yang kau ingin dariku hanyalah nafsuku
ciumlah bibirku sepuasmu sayangku
Agar jiwamu dapat segera menyadari
bahwa cinta yg kau cari dengan tak sepenuh hati
tak mudah tuk kau beli
Dengan jiwa yg tak suci…

Diam!!!
Diamlah kecuali kau tuli
Dengarkan jeritan kesunyian ini
Dengan hati
Lupakan segala apa yang kau benci
Karena tangismu tak pernah cukup bagiNya untuk mengasihi
Bila dibibir hati itu masih terselip duri

-R-

Jakarta, 2 Februari 2007

ijinkan aku memelukmu dlm cinta malam ini saja
biarkan kunikmati rasamu dlm sunyi dengan puja
agar nantinya kau dapat membusung dada dgn bangga
dendangkan dungumu dlm rangkaian cerita dusta
tentang sekeping cinta yg menamparmu dgn hampa
hingga tiba waktumu tuk beranjak pergi
saat sang pagi membawaku terbang kembali ke alam mimpi
dan bualan itupun dapat segera kau lupakan dan sudahi

-R-

Menangislah gadisku dengan lantang
agar kutau dirimu sedang bimbang
hingga dapat kupetikkan untukmu seikat kembang
tuk buktikan tentang cintamu yg telah datang

-R-

hingga tiba saat kita kan berpisah
biarkan saja rindu itu dalam resah
unjukkan segala cinta dalam pasrah
dan marilah kita nikmati saja segala kisah ini
dengan indah

-R-

Meski harus kuceritakan padamu tentang sebuah rindu yg telah pergi
Akan kuungkapkannya untukmu bila memang kau kehendaki
Hingga tiba saat rapuhmu hadirkan tangis di pelukku
Dan sumpah itupun kutelan kembali kedalam hati

-R-

Jakarta, 9 Februari 2007

Tuhan…
Kenapa mesti Kau ciptakan wanita dan segala keindahan itu kau titipkan padanya
Mengapa juga Kau letakkan surga di bawah telapak kakinya
dan antara aku dgn dirinya kau sisipkan cinta
Kenapa juga harus aku yg memuja dirinya
dan kau buat aku mengejarnya
Padahal aku kan juga makhlukmu???
Yang kurang lebih juga sama dengan dirinya
(dan Tuhan hanya tersenyum…atas tanyaku,
aku sadar hanya kehendaknyalah yang maha benar
dan akupun hanya dapat sedikit meminta tanpa bermaksud memaksa)
Tuhan…
Berikan padaku kekuatan hati,
agar aku dapat menyapanya dlm cinta yg Kau sisipkan diantara kami
berikan aku kesabaran hati,
agar aku dapat untuk tidak melukai saat cinta itu mulai bersemi
berikan aku ketabahan hati,
agar aku dapat memahami keindahannya tanpa harus menodai
berikan aku keikhlasan hati,
agar aku dapat segera mengakhiri tanpa benci saat cinta itu tak lagi ada diantara kami
(semoga saja dia mengerti ya Tuhan suci…)

-R-

Jakarta, 13 Februari 2007

Didalam setiap langkah,
Membusung dada darah membuncah
Memahat asa kian merekah
Membawa takdir seolah tiada lelah

Didalam setiap letih,
Ada kalanya di merintih
Menahan pedih yg mendidih
Dalam diam menjerit lirih

Didalam setiap renung
Bersama cinta dia termenung
Membawa rindu dia terpasung
Begitulah cinta laki-laki gunung

-R-

Bogor, 5 Maret 2007

Anyer, skitar jam 12 malem yg sepi sehabis namatin sang alkemis, kamis kemaren…

Terlepas dari rasa cinta ataupun benci yg ada di hati…
Indahmu tetaplah kukagumi,
Satu perpaduan kecerdasan & kecantikan hati yg alami
Apa adanya dalam setiap terjal yang kau lewati
Tak pernah kulihat letihmu dalam setiap langkah…
Tiada kesia-sian nafasmu dalam setiap desah…
Dirimu adalah cerminan masa depan yg hadir dari masa lalu,
Dan kenapa kita mesti bertemu di masa yg berbeda???aku tak tau…
Seperti juga tak taunya aku tentang takdirNya untukku dan untukmu.
Namun harapan bukanlah suatu kesalahan…
Maka kuletakkan dia dihati dalam setiap perjalanan,
Dan kubiarkan Dia meyakinkanku akan hadirmu dengan caraNya sendiri…

-R-

Bukit Bandulu Anyer, 7 Maret 2007

0 komentar: